Masjid Jami Al-Ikhlas
Membina Generasi Muda Tangguh, Mandiri, Terampil, dan Berakhlak Mulia
image

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

           

Surat Al-Baqarah ayat 183 di atas adalah ayat favorit yang selalu terdengar hampir tiap hari selama bulan Ramadhan terutama disampaikan oleh para guru atau ustadz dalam mengisi ceramahnya. Inilah yang membuat kerinduanku terhadap bulan Ramadhan selalu membuncah.    

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang memberikan ruang bagi orang-orang yang beriman untuk mencapai derajat taqwa. Pencapaian taqwa mengharuskan seseorang meningkatkan kualitas keimanan yang disertai dengan kinerja terbaik. Kemestian menyertakan tindakan ihsan pada pencapaian kualitas taqwa ini ditegaskan dalam al‐Quran (QS. Ali‐Imran: 134). Pada ayat tersebut kualitas taqwa dikaitkan dengan kepedulian sosial ekonomi (menafkahkan hartanya dalam segala kodisi), ketangguhan kecerdasan emosional (mampu menahan amar), dan keluesan kecerdasan spiritual dalam bentuk pema’afan (kesalahan) orang. Namun al-Quran masih menyatakan kebaikan di atas ketiga perilaku itu, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan lebih dari kebaikan takwa.

Sungguh, bulan Ramadhan adalah bulan yang begitu aku rindukan. Karena Ramadhan sebagi bulan yang sangat istimewa bagi aku dan tentunya seluruh umat Muslim di dunia. Bulan Ramadhan yang hanya dating setahun sekali senantiasa menjadi momen yang dirindukan setelah satu bulan berlalu. Walaupun aku tahu dibulan itu harus menahan lapar, menahan haus dan juga menjaga emosi, namun bulan Ramadhan menyimpan banyak kenangan dan nostalgia yang menyenangkan.

Aku rindu Ramadhan, lantas mengapa sangat dirindukannya bulan Ramadhan. Karena dibulan suci itulah Allah memanjakan hamba-hamba-Nya dengan limpahan pahala yang dijanjikan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Karena, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

           Kemudian ada beberapa kegiatan yang mencirikan bahwa hanya ada ketika bulan Ramadhan itu datang, ini pula yang membuat aku rindu Ramadhan diantaranya adalah:

1.     Nyalanya lentera ilmu di masjid ataupun musholla,

Jika Allah menghendaki kebaikan seseorang, maka Allah akan menjadikan ia sebagai orang yang mau belajar ilmu syar’i. Dibulan Ramadhan ini hampir setiap hari ada kajian ilmu di masjid, lentera ilmu menyala terang inilah yang membuat Ramadhan memiliki cahaya yang berbeda dibandingkan bulan lainnya.

2.     Munculnya iklan sirup di televisi atau dipajangnya sirup hampir disetiap warung

Sebenarnya aku dan keluarga tidak suka dengan sirup sehingga selama bulan Ramadhan dirumahku tidak ada persediaan sirup. Namun, aku selalu terkesima dengan iklan sirup di televisi dengan visualisasi yang bagus, sirup terkesan segar yang ditabur dengan es batu ditambah buah-buahan segar. Terlihat menggoda, tapi selalu menjadi iklan yang cukup memikat untuk ditonton.

3.     Teriakan remaja masjid yang membangunkan sahur

Yang membedakan bulan Ramadhan di antara bulan yang lain adalah semaraknya sahur. Remaja masjid ada yang membangunkan sahur melalui pengeras suara di masjid dan ada pula yang berkeliling dengan gerobak dan perlengkapan lainnya. Meskipun kadang suka bikin sebal karena baru saja tidur dan masih mengantuk, tapi, suara kentongan, teriakan bahkan pukulan tiang untuk membangunkan sahur ini akan selalu menjadi hal yang dirindukan. Sahur…sahur…sahur kita sahur.

4.     Berburu jajanan untuk berbuka puasa

Yang satu ini juga tak kalah asyiknya, penjual jajanan semakin banyak dibanding hari-hari biasa. Aku biasanya sama istri berburu jajanan ala kadarnya untuk berbuka bersama keluarga.

5.     Menukarkan uang ke bank

Kebiasaan ku menukarkan uang saat Ramadhan adalah untuk berbagi kepada saudara dan tetangga, memberikan THR masih menjadi budaya yang selalu diikuti. Bukan tentang angkanya, namun tentang keseruan berbagi THR di dalam keluarga, biasanya yang masih usia kanak-kanak akan membentuk barisan tersendiri.

6.     Belanja baju lebaran

Inipun menjadi favoritku sejak kecil. Biasanya menjelang lebaran aku selalu menyiapkan itu semua, maklum setahun sekali dan pasti kamu juga masih mengikuti tradisi membeli baju baru untuk lebaran kan.

7.     Tadarus sore hari menjelang buka puasa

Sungguh indah bulan Ramadhan sebagai bulan dimana Allah SWT turunkan Al-Qur’an. Aku biasanya membaca Ak-Qur’an pada sore hari sambil menunggu waktu saat berbuka puasa.

Hikmah yang bisa didapatkan dari kisahku diatas adalah Rasa gembira hendaknya ada di hati kita saat akan datangnya bulan Ramadhan, inilah salah satu tanda bahwa kita rindu dengan Ramadhan.